Cinta yang Sebenarnya

Cinta.
Jika berbicara tentang cinta.
Ia ternyata lebih rumit untuk didefinisikan. Perkaranya, cinta lebih dari deretan aksara,
lebih dari sebuah intuisi kata, kalimat, atau bahkan ribuan paragraf sekalipun tidak cukup untuk mendefinisikan apa itu cinta.
Namun, ketika kamu berkenalan dengan cinta itu sendiri dan semakin kamu merasakannya, semakin kamu memahami filosofi arti sebuah cinta, semakin kamu dapat menyimpulkannya.
Dan ketika kamu telah memahami perihal cinta yang sesungguhnya. Mungkin, kamu juga akan mengatakan hal yang sama seperti yang kugariskan di sini.
Tapi, cinta yang kumaksudkan di sini, bukan cinta monyet yang dialami para remaja ketika sedang mengalami masa masa puber.
Melainkan ...,
cinta seorang Hamba pada Rabbnya (Allah),
cinta seorang umat pada Nabi dan Rasul-Nya, (karena Allah)
cinta seorang umat kepada kitab-Nya, (karena Allah)
cinta seorang anak kepada orangtua, (karena Allah)
cinta seorang adik kepada kakak, (karena Allah)
cinta seorang istri kepada suami, (karena Allah)
dan semua cinta itu dilandasi kalimat sederhana,
"Aku mencintaimu karena Allah."
Bukan karena cinta yang dilandasi oleh napsu atu gairah birahi semata. Seperti pacaran, berada pada ikatan yang tidak sah, di jalan yang salah, dengan mengatasnamakan cinta.
Bagiku, itulah cinta yang sebenar-benarnya cinta. Tidak ada cinta yang dapat mengalahkan cinta seorang hamba kepada Rabbnya.
______
Tertanda,
Elsa Amalia Wear
Tual, 23 Maret 2020
ini yang di namakan cinta.
BalasHapus