tu'burni
Maut, maut, maut yang tak pernah tidur izinkan aku bergelung dalam jubah kebesaranmu dalam gelap yang diam merangkulmu dengan khidmat dan damai Maut, maut, maut yang tak sudi menunggu Bila akhirnya kau izinkan bayangku ditelan duka Jangan sekali kali kau menjamah jiwa lain selain aku Kuberikan kau seorang aku Dan aku izinkan kau melahapku Lantas, apalagi yang kau butuh? Maut, maut, maut Bisakah kau jawab apakah hidup itu? Apakah hidup ialah hidup bila aku kehilangan keluargaku? Apakah hidup terasa utuh bila keluargaku kehilangan aku? Dan beritahu aku maut yang Maha Lembut. Bila kehilangan ialah bagian dari hidup, lebih baik mana di antara meneruskan tiap-tiap garisnya yang entah ke mana ia berujung atau memotongnya saja dengan pisau tumpul? sungguh, tiada siapapun yang sanggup ditinggalkan maupun meninggalkan yang hidup, wahai maut. --- Barangkali kau harus hidup dulu agar tahu rasanya dicumbu ketakutan abadi akan kehilangan yang hidup, daripada tak hidup. tapi t...