Sebuah Puisi Tentang Corona II
Corona
Tiada habisnya
Hampir setahun lamanya
Terkurung dalam gelisah
Apakah ini sebuah hukuman?
Bagi manusia-manusia pendosa
Penyiksa hewan; perusak lingkungan
Tapi ... mau sampai kapan?
Nyawa jutaan manusia terenggut
Jiwa ratusan tenaga medis terkorbankan
Hidup si fakir miskin dalam kesusahan
Hati tuan-nyonya si pendosa menari dalam penyesalan
Penyesalan?
Benarkah itu sebuah penyesalan?
Lantas, mengapa tak ada perubahan?
Oh, rupanya hanya menyalahkan Tuhan
___________
Tertanda,
Elsa Amalia Wear
Ditulis pada, 9 Desember 2020
Note :
Semua gambar di blog ini bersumber dari 'Pinterest'.

Komentar
Posting Komentar