Untuk Tuan : IV

Selamat pagi tuan yang masih tercekik mimpi

Fajar tak sepenuhnya tumpah di genteng rumah pagi ini

Sebab gugusan kelabu menyelendang sepanjang langit

Betapa merdu kidung tuan mengawang 

Hingga kaum utopis menari-nari di atas awan

Dan burung gereja berkelakar riang

.

Selamat pagi tuan yang masih tercekik tilas

Lelah melawat desah hingga tertidur pulas

Kelewat subuh bukannya terbang bergegas

Hanya desah, berdesah, mendesah, dan mimpi basah tanpa batas

.

Selamat pagi tuan yang masih tercekik mimpi

Fajar tak sepenuhnya tumpah di genteng rumah pagi ini

Sebab gugusan rindu beranjangsana di liur-liur mimpi

Betapa temu bersenggama klimis pada butir-butir kasih

Hingga rasa timbun-menimbun terpermanai

Dan keloneng mimpi membangunkan pagi



Tertanda,


Elsa Amalia Wear


______


Sabtu, 3 Juli 2021 : 09.04



_______

[Pict by Ron Hicks - 1965]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tu'burni

Kupikir, Semua Telah Berakhir.

Aku.