Memperbaiki Masa Lalu
Ada banyak hal dari masa lalu yang ingin kuperbaiki, jika saja diizinkan untuk memperbaikinya atau setidaknya memberitahu 'si aku' di masa lalu agar tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang sampai sekarang masih kusesali, aku ingin melakukannya.
Tapi ... mungkinkah? Kalaupun mungkin, apakah justru suatu saat nanti aku akan menyesali pilihan tersebut? Pilihan untuk mengubah masa lalu dan memperbaiki kesalahan-kesalahan di masa itu?
Tidak kupungkiri bahwa aku sangat menginginkannya, tetapi masih ada satu hal yang membuatku ragu,
dan takut.
Yang kutakutkan adalah jika mungkin aku berhasil memperbaiki kesalahan-kesalahan di masa lalu, akankah pelajaran, pertumbuhan, perkembangan, dan kekuatan yang kudapatkan sekarang dari akibat terjadinya kesalahan tersebut justru menghilang?
Bukankah kita tumbuh, berkembang, dan kuat karena pengalaman-pengalaman pahit yang kita peroleh dan dikemudian hari kita jadikan ia sebagai pelajaran?
Lantas, jika tujuan dari kembali ke masa lalu untuk memperbaiki semua kesalahan telah tuntas dilakukan, menjadikan masa lalu bersih dari segala macam kesalahan dan pengalaman pahit, bukankah itu berarti aku juga telah menghilangkan kesempatan untuk mendapat pelajaran hidup darinya?
Untuk tumbuh darinya?
Untuk berkembang darinya?
Untuk kuat darinya?
Dan untuk belajar darinya?
Aku pikir, semua hal yang ada di dunia ini; baik masa lalu, masa kini, maupun masa depan, sudah sesuai kadarnya masing-masing, dengan porsi yang pas yang telah Tuhan gariskan untuk kita.
Jadi, teruntuk 'aku' ...,
masih inginkah memperbaiki masa lalu?
_______
Kamis, 20 Januari 2022
20.10
Komentar
Posting Komentar