My Perfect Stranger


Pertanyaan ini lahir selang beberapa hari setelah saya mencapai akhir episode drama korea berjudul My Perfect Stranger, salah satu drama korea favorite saya. Sebelum tidur, hal-hal yang singgah dalam kepala saya adalah pertanyaan-pertanyaan mengenai keganjalan yang ada dalam drama ini (menurut perspektif saya) dan saya tidak tahu harus berdiskusi dengan siapa, sebab saya tidak mempunyai partner untuk mendiskusikan hal ini selain diri saya sendiri. Saya sempat mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini terlebih dahulu di Instagram melalui fitur story-nya yang saya bagikan pada teman-teman dekat saya, tapi tidak ada yang merespon. Akhirnya, saya sampai pada keputusan untuk menampungnya di sini. 


Dan inilah pertanyaannya.

Jadi seperti ini, pada akhirnya masa depan Yoon-young berubah. Ibunya tidak jadi meninggal, pun bapaknya tidak jadi pincang. Bahkan, Ibunya di masa yang telah berubah itu berhasil menjadi penulis terkenal yang hidup bahagia bersama anak dan suaminya. Bapaknya juga berubah drastis 360° menjadi bapak dan suami yang baik serta lebih bertanggungjawab dengan keluarganya, bukan bapak yang hanya fokus memprioritaskan kakaknya (karena kakaknya juga tidak jadi gangguan jiwa dan hidup bahagia). Selain itu, bapaknya juga membuka usaha berupa sebuah kafe bernuansa retro dan memiliki kesempatan untuk mempelajari suatu hal yang disukainya, yaitu bermain gitar.

Intinya, konsep butterfly effect mempunyai peran besar di sini. Di mana, beberapa kehidupan kelam yang dialami ibu bapak Yoon-young selama masa muda yang nantinya berdampak pada kehidupan seterusnya setelah menikah dan punya anak, all of that secara ajaib terhapus dan berubah, tergantikan oleh kehidupan yang lebih baik, lebih sejahtera, lebih bahagia lahir maupun batin. Rumah yang ditempati pun bahkan berubah drastis, bukan lagi sebuah rumah sempit yang standar, tetapi sebuah rumah mewah dengan ukuran yang jauh berbeda dengan rumah lama sebelum Yoon-young time travel. Kendati demikian, ada satu hal yang tidak mengalami perubahan.

Yoon-young.

Ya, Yoon-young sama sekali tidak mengalami perubahan apapun di dunia barunya (bukan character development).

Di episode 16 (ending), ketika Yoon-young dan Hae-joon balik ke masa sekarang yang telah berubah (selanjutnya disebut dunia baru) keduanya masih orang yang sama dengan tubuh dan kenangan yang sama pada saat kehidupan belum berubah.  Padahal di drama ini, secar jelas diceritakan bahwa yang mengalami time travel  bukan hanya pikiran atau jiwa mereka saja, melainkan tubuh, pikiran, jiwa, seluruh bagian dalam diri keduanya menyatu jadi satu dan konsep dunia yang dibentuk dalam drama ini bukanlah konsep dunia bercabang yang memiliki banyak ruang dan garis waktu seperti di anime Orange, melainkan hanya memiliki satu dunia, satu ruang, dan satu garis waktu seperti di film The Butterfly Effect.

Artinya, ketika Yoon-young mengubah masa lalu ibu dan bapaknya, maka perubahan sekecil apapun akan berdampak pada kehidupannya yang sekarang dalam ruang dan garis waktu yang sama, bukan seperti di anime Orange di mana ketika Yoon-young mencoba mengubah masa lalu ibu-bapaknya yang mengalami dampak signifikan hanya di dunia baru yang diubah saja, tidak akan berdampak di dunia dan masa sekarang Yoon-young (terlalu berbelit-belit ga siiii?).

Akan tetapi, yang menjadi pertanyaan terbesar saya adalah bahwa jika hanya ada satu dunia, satu ruang, dan satu waktu, kemudian Yoon-young comeback dari masa lalu dengan pikiran dan kenangan yang sama seperti sebelum masa sekarang berubah, bagaimana caranya ia dapat hidup di dunia barunya sebagai Yoon-young yang lama?

Maksud saya begini, oleh karena kehidupan ibu bapaknya Yoon-young sudah seratus persen berubah dan berbeda dari yang sebelumnya, hal tersebut tentunya akan berdampak pada pola asuh, pendidikan, dan perkembangan serta pengalaman dan kenangan yang dialami Yoon-young yang baru dari hasil perubahan itu, bukan? Misal, Yoon-young hasil perubahan menjadi lebih dekat dengan bapaknya, ia sudah tidak lagi mengalami fatherless issue, ia juga tidak lagi bekerja di bawah naungan dan kuasa semena-mena Mi-sook dengan menjadi editornya, bisa jadi Yoon-young juga bersekolah di sekolah yang berbeda, mengalami didikan yang berbeda pula, dan kemungkinan-kemungkinan lain yang kemungkinan besar bisa saja terjadi setelah perubahan kecil yang ia lakukan di masa lalu ibu-bapaknya, sadar atau tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja.

Tapi, yang terjadi tidaklah demikian. Seorang Yoon-young dengan tubuh, pikiran, jiwa, kenangan, dan pengalaman yang sama kembali dari masal lalu kemudian tinggal bersama ibu-bapaknya yang telah berubah seperti biasa?

Another question.

Ke mana perginya Yoon-young di dunia barunya itu? Di episode terakhir, ibu bapaknya sempat khawatir dengan kehilangan Yoon-young secara tiba-tiba dan kembali lagi secara 'tiba-tiba' pula.

Padahal, di masa yang semuanya belum berubah, alasan Yoon-young menghilang adalah karena ia ditabrak mobil (yang kemudian diketahui merupakan mesin waktu) yang dikendarai Hae-joon di sebuah terowongan panjang nan gelap dan berdasarkan kronologi yang ada, bagaimana Yoon-young bisa berada di tengah-tengah terowongan tersebut hingga akhirnya ia ditabrak mobil Hae-joon adalah karena ibunya Yoon-young meninggal dibunuh di Woojungri, di mana dari kematian ibunyalah Yoon-young pergi ke Woojungri dan bla bla bla bla cerita sampai pada Yoon-young melewati terowongan yang titik koordinatnya berada di Woojungri kemudian boooommm ditabrak calon suami dan ikut time travel.

Pertanyaannya, kalau di masa sekarang yang telah berubah (dunia baru) Ibunya Yoon-young tidak jadi menghadapi sakaratu maut, bukankah probabilitas yang terjadi adalah Yoon-young tidak akan pergi ke Woojungri? Sebab, itu tadi, alasan Yoon-young pergi ke desa tersebut adalah kematian ibunya, sudah. Selesaii sampai di situ. Kalau demikian adanya, saya ulangi lagi pertanyaan sebelumnya. Kemana kah hilangnya Yoon-young di masa sekarang yang telah berubah kalau hanya ada satu ruang dan garis waktu?

and last question.

Ketika Hae-joon bertemu ibunya, bukankah ibunya sedang mengandng seorang anak yang mana diketahui bahwa anak yang dikandungnya itu adalah Hae-joon sendiri? Dan jika dikaitkan lagi dengan konsep dunia yang hanya memiliki satu ruang dan garis waktu, bukankah itu berarti ketika Hae-joon kembli ke dunia baru dengan tubuh, pengalaman, dan kenangan yang sama seperti sebelum masa sekarang berubah akan  ada dua Hae-joon?

Saya pikir, penulis drama ini kurang matang dalam menyajikan cerita. Ah, tapi mau dipikirkan bagaimanapun hanya akan membuat pening, sebab permasalahan seperti ini memang belum sepenuhnya terpecahkan oleh otak manusia yang penuh keterbatasan dan itulah mengapa di dunia ini, ada istilah "Paradoks".

Mungkinkah hal-hal yang saya pertanyakan tersebut di atas hanya akan berakhir dalam lingkaran setan sebuah paradoks?

Bisa jadi, ya.

Bisa jadi, tidak.

Who knows?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tu'burni

Kupikir, Semua Telah Berakhir.

Aku.