Jiwa Lusuh yang Malang

di tengah ahmar sebuah kelam
mengudaralah kemasyhuran bumi istana
sedang kelopak bergelut mengatup
sulit; hingga ia pun pecah meluruh

dan ketika dikau menyelami alam pikiran
seorang perawan beradu dalam kesendirian
memalun kesunyian
linglung dan hilang

ah... sungguh pun hidup
ia tak pernah benar-benar hidup
tiada pun dalam jasad renta berkerut
sebab rupa telah direnggut
pikiran kian mengusut

bila rembulan tlah tiba sempurna
jiwa rapuh berenjana
berdoalah tangis adam dan hawa
di ujung dunia, setan tertawa

ah, jiwa yang hilang
ah, jiwa yang rapuh
angan-angan disapu
mimpi-mimpi dirayu

sebuah sayu

kuyu

layu

maka terbitlah isak sang fajar
di sanalah rembulan memudar
embun pun sukar disua
sebab dusta telah dicarak

siapa?

kau menyapa
di tengah hamparan sawah
kepada langit yang memerah

mengapa?

seorang mati melangkah
asap tubuhnya menghanguskan
ia bersabda; bumi pun ditinggalkan

hilang

sebuah jiwa yang hilang
tersesat bersama kerapuhan
ternoda oleh kesengsaraan
oh, jiwa yang malang

inilah bintang-bintang
mengubur diri di atas awan
gelisah dalam nyanyian
resah yang mematikan

rekuiem bergema,
gema gema mahadahsyat

bersenandunglah setiap penyesalan
kidungkanlah alur kehidupan
pahit menelan kepenatan
pulas yang menyenangkan

senang... menenangkan...
tenang... menyenangkan

petiklah kesenangan
petiklah ketenangan
hingga tercerabut akar kedamaian

dan di atas peraduan;
tlah musnah jiwa yang hilang
wadahnya menghilang
tersesat dalam labirin pikiran


perlahan, ia pun menjemput kematian
dalam kepedihan
dijerat penderitaan
melarat jiwa seorang yang hilang

oh, jiwa lusuh yang malang


______


13 Juli 2023 

edited: 12 November 2024

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tu'burni

Kupikir, Semua Telah Berakhir.

Aku.