Ke Mana Ide Pergi Berkelana?

aku
          mengejar
                                 ide
      (tak)mengejar
aku
       pun
bisu
       lesu
sayu

betapa ide menyakiti aku
mencabik-cabik dagingku
menyayat igaku
aduh, bung
hati
     hati
           dengan
hatiku!
yang pilu
        yang masygul
                yang malu-malu

dan ketika merpati memberaki aku
                  ide tak kunjung bertamu
haruskah kuberaki saja merpati itu?
                  tapi ide tak juga bertamu!

nasi sudah dingin, bu
kata anakku lesu
tapi, sejak kapan aku menjadi ibu?
yakinkah bahwa aku tak mandul?

mandul
otakku mandul
tak pernah lahir ide baru
sejak seribu tahun lalu
tapi umurku baru
                      tujuh
         tambah
tujuh
         tambah
                     tujuh
         tambah
satu

[7 + 7 + 7 + 1]
tapi kata ibu
itu terlalu riweuh
dan sesuatu yang riweuh adalah buruk
maka sederhanakan saja supaya bagus

[7³+1]
ibu pun menangis haru
katanya, anakku sudah tak dungu
aku tertawa dan melempar buku
ibu, aku pintar dan tak perlu buku

aku ingin berhitung

wahai pembaca, mari berhitung
kalau tak tahu atau otak tak mampu
suruh saja presiden kita menghitung
benarkah tujuh tambah tujuh tambah tujuh tambah satu adalah seribu?

dan tujuh pangkat tiga tambah satu adalah sepuluh ribu?

dengan begitu
ide pasti bertamu
di saat itu aku sedang makan bakso
semangkuk penuh atau tanpa mangkuk
------dan tubuhku pun kaku



Komentar

Postingan populer dari blog ini

tu'burni

Kupikir, Semua Telah Berakhir.

Aku.